Merasa asing di tempat baru.
Menjadi kikuk dengan budaya baru.
Mungkin butuh waktu lagi untuk adaptasi?
Mungkin aku tak cocok berada di sini?
Siapa yang harus menyesuaikan? Mereka atau aku?
Tempat baru tak akan bisa menjanjikan keadaan lebih baik.
Bisa jadi lebih baik, lebih buruk, atau keduanya.
Yang aku tahu pasti, tempat baru menjanjikan harapan baru.
Harapan untuk keadaan lebih baik.
Lingkungan yang lebih sehat dan menjadi pribadi yang lebih bernilai.
Pasti lebih baik?
Tidak.
Tapi pasti ada harapan. Itu yang aku imani.
Ketidak tahuan kita akan masa depan membuat manusia menghayal, membayangkan, berharap.
Aku kira itu yang kita butuhkan untuk terus hidup, Harapan dan Tujuan.
Hidup dari harapan satu ke harapan lain.
Harapan adalah bahan bakar untuk terus hidup, paling tidak untuk hidupku.
Ibarat mobil akan terus berjalan jika memiliki bahan bakar dan memiliki tujuan.
Saat bahan bakar habis, maka pengemudi harus mencari depot bahan bakar untuk mobilnya agar sampai ke tujuan.
Jika tidak mendapatkan bahan bakar?
Mobil itu akan diam, tidak bergerak, padahal waktu terus berjalan dan selalu ada tuntutan untuk cepat mencapai tujuan.
Aku mulai khawatir bahan bakarku habis.
Kecewa itu menguapkan harapanku.
Tempat ini fakir harapan.
Seperti mobil itu. Aku diam. Gambaran angan akan kehidupan nyaman memudar.
Aku tak sendiri di mobil ini.
Banyak masa depan tertitip dalam kabin ini. Berharap sampai ke tujuan dengannya.
Tanggung jawab ini berat.
Mungkin aku salah pilih jalan? Semoga tidak.
Atau terlalu banyak penumpang di mobil ini? Tidak. Itu bukan alasan.
Ya Tuhan! Aku Bingung.
Oh ya. Tuhan.
Kenapa aku lupa denganNya?
Mungkin Dia rindu akan tangisku meminta padaNya.
Mungkin Dia cemburu aku terlalu perhatian dengan ciptaanNya, dan bukan denganNya.
Maafkan aku.
Sekarang aku tahu di mana harus mengisi bahan bakar.
Aku tahu ke mana harus berharap untuk tetap hidup.
Tak peduli salah atau benar jalan yang aku lewati, selama dapat bertemu tempat untuk mengisi harapan, paling tidak hidupku masih terus berlanjut.
Sejauh apapun tujuan, terus bergerak adalah sebuah keharusan untuk lebih dekat dengannya.
Aku asing di tempat baru. Aku asing di mataMu.
Aku tahu mana yang harus aku khawatirkan.